Suka makan daging ayam? Suka mengolah daging ayam menjadi berbagai macam masakan seperti resep-resep yang terdapat di dalam web kesayangan ini? Itu bagus banget… tapi tau gak yang lebih bagus? Bagaimana memilih daging ayam yang baik untuk diolah menjadi makanan. Nah… penting banget kan…
Mungkin hal-hal yang mau di ungkapkan adalah hal-hal umum, tapi masih juga sering kali kita mengabaikannya. Ingat loh bahwa mengabaikan sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan sama saja mejemput penyakit ke dalam kehidupan kita. Maka dari itu yuk simak apa saja sih cara yang paling mudah dalam memilih daging ayam untuk di olah menjadi makanan….
Untuk mendapatkan ayam utuh yang baik memang perlu cara yang cermat, walau tidak harus secermat peneliti di laboratorium kok.
1. Berat dan kondisi ayam
Kita bisa cek kondisi ayam yang utuh memiliki berat standar sekitar 0,9 s/d 1,7 KG. Tapi memang bukan berarti kita harus menenteng-nenteng timbangan di setiap kali kita berbelanja ya…. hehehe….
Tapi yang pasti kita bisa melihat dari kondisi ayam dan menimbang apakah besar kecilnya seekor ayam utuh sesuai dengan beratnya saat kita mengangkatnya dengan satu tangan.
2. Kulitnya tidak rusak
Perhatikan juga keseluruhan kulitnya. Jangan sampai kita memilih ayam dengan kulit yang kering atau pun basah. Jadi kulit daging ayam yang segar ya kira-kira berkulit sedikit terasa lembab.
Jika dipegang pada bagian bawah sayap, tidak lengket, dan pilih yang kakinya masih lunak dan mudah dilipat.
Pilih yang matanya jernih, tidak masuk terlalu ke dalam.
3. Tekstur daging elastis
Jangan lupa juga untuk mengecek kekenyalan daging ayam yang mau kita beli. Tekstur yang elastis, artinya jika ditekan dengan jari maka daging dengan cepat akan kembali seperti semula.
Kalau sampai mendapatkan daging yang terlalu lembek (terlalu empuk) lebih baik jangan dipilih dan pilih yang lain. Apalagi kalau sampai mendapati daging ayam tersebut bertekstur keras (dagingnya)… wah, lebih baik di buang ke tempat sampah aja, hehehe…
4. Warna daging
Tidak ketinggalan kita harus cek keseluruhan ayam utuh tersebut. Dibolak-balik saja, lihat dari ujung ke ujung. Yang bagus adalah keseluruhan permukaannya mulus dengan warna putih segar kemerahan. Juga tidak terdapat gurat-gurat biru apalagi kehitaman.
Ssssttt…. tau tidak… ayam yang sudah mati terlebih dahulu lalu baru di potong, akan terlihat kebiru-biruan loh, karena darahnya tidak keluar. Selain itu bisa mengandung penyakit dan sudah tentu tidak halal bagi umat muslim.
5. Pastikan baunya masih segar
Hal yang standar …. cek baunya! Amis tidak? Bau busuk tidak? Lalu berlendir tidak? Kalo ada salah satunya apalagi tiga-tiganya ya mending cari tukang jual ayam yang lain, hehehe…
6. Cek cara penyimpanan ayam
Hmm… yang terakhir sih bukan mengajak atau menyarankan nih… tapi umumnya ayam potongan jauh lebih segar dan berkualitas baik apabila langsung di letakkan di pendingin setelah dipotong, seperti yang biasa kita temukan di supermarket-supermarket.
Tapi jangan kecewa dulu, kalau kita mau teliti, sekarang banyak kok Pasar Modern yang menyediakan ayam segar yang mereka simpan sendiri di tumpukan es batu untuk menjaga kesegaran daging ayam.
Jadi sekarang… ayo kita masak ayam… nyaaammmm….



kalau tidak sempat belanja pagi ke pasar, sehingga pulang kantor malam baru belanja di supermarket…
bagaimana caranya supaya bener2 aman ya?
katanya klo di supermarket suka di akalin dengan berbagai bahan sehingga keliatan persis seperti yang disarankan diatas…
need tips nya ya…
Posted by Astrid | March 30, 2010, 8:57 am